Entertainment

Fun & Fashion

Politik

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label Kesetahatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesetahatan. Tampilkan semua postingan

Empat Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Malam Pertama

Juli 28, 2017

Empat Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Malam Pertama


Malam pertama atau hubungan seks kali pertama bisa jadi begitu menakutkan. Ada rasa gugup, takut tidak memuaskan pasangan, dan berakhir dengan kesan yang mengecewakan.
Ketakutan itu bisa jadi disebabkan oleh rasa gugup dan malu terkait langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat pasangan nyaman. Tentu saja setiap pasangan mengharapkan pengalaman malam pertama yang fantastis dan menyenangkan.

Dilansir dari SiaranIndoonesia, ada beberap hal yang patut jadi perhatian pasangan ketika akan melakukan hubungan seks untuk kali pertama, atau malam pertamanya.
1. Atur nafas supaya tidak gugup 
Tidak dapat dipungkiri jika rasa gugup akan mengerubungi seseorang yang baru pertama kali melakukan hubungan seksual. Ketika kegugupan itu hadir tentu saja seseorang akan kehilangan fokus untuk bersenang-senang dalam gairah seksual.

Untuk menghilangkan gugup, seseorang disarankan untuk menarik napas dalam-dalam sesaat sebelum memulai malam pertama.

"Pernapasan dalam adalah cara yang fantastis untuk melepaskan pikiran yang mengganggu,"ujar terapis seks Vanessa Marin.

Marin menilai, penarikan napas mendalam itu dilakukan dengan berimajinasi dan merasakan bagaimana yang terjadi saat berhubungan seksual. Tentu saja imajinasi itu berguna untuk mengendurkan ketegangan yang terjadi pada diri seseorang.
2. Awali dengan foreplay
Pemanasan atau foreplay memang perlu dilakukan sebelum hubungan seksual berlangsung. Tujuannya, tentu saja untuk meningkatkan hasrat seksual seseorang dengan pasangannya.

Pemanasan biasanya dilakukan dengan ciuman, saling merengkuh satu sama lain, hingga oral seks. Marin menilai, sebaiknya seseorang menghindari pemikiran untuk melakukan pemanasan hanya sebagai bentuk kegiatan yang biasa dilakukan sebelum acara utama.

"Apakah Anda melakukan orgasme atau tidak. Saat pertama kali melakukan hubungan seks, rangsangan klitoris adalah kunci untuk sebagian besar kesenangan perempuan," tuturnya.
3. Perhatikan pasangan
Sangat alamiah jika seseorang ingin terlihat sempurna dalam melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Namun, memperhatikan perasaan pasangan akan menjadi hal yang lebih penting.

"Banyak orang menjadi cemas tentang performa seksual, tapi mungkin kualitas terbaiknya adalah antusiasme," ujar Marin.

"Jika Anda benar-benar menikmati kesenangan tersebut, pasanganmu akan melihatnya dan akan memiliki lebih banyak lagi (trik) untuk lebih menyenangkan," tuturnya kemudian.

Selain itu, Marin menilai, setiap pasangan perlu mengkomunikasikan tahapan mana yang paling disukai dan bagaimana perasaan yang terjadi saat itu. Hal itu dilakukan untuk mengungkapkan sebuah penghargaan yang telah dilakukan dalam hubungan seksual.
4.  Tidak perlu takut
Hubungan seksual mungkin menjadi tantangan untuk setiap pasangan bagaimana melakukan kejujuran mereka. Banyak hal juga yang ditakuti seperti pasangan yang terlihat tidak dapat menaikkan gairah seksual mereka.

Namun, seseorang tidak perlu merasa cemas jika pasangannya terlihat tidak memiliki hasrat yang sama meskipun sudah melakukan pemanasan. Hal itu bukan menandakan seseorang itu telah gagal tetapi satu kewajaran karena pertama kalinya.

Jujur juga perlu dilakukan usai bercinta. Biasanya hal tersebut berkaitan dengan kenyamanan dan kesenangan seseorang ketika berhubungan seksual. Menurut Marin, seseorang perlu memberitahukan hal itu kepada pasangannya supaya dapat lebih maksimal untuk hubungan seksual yang berikutnya.

Kejujuran, Marin menilai, bukan untuk memberikan kritik melainkan untuk memperbaiki dan mengetahui kenyamanan berikutnya.

Sakit Perut, Ternyata Ada 200 Batu di Dalam Tubuh Wanita

Juli 24, 2017

Sakit Perut, Ternyata Ada 200 Batu di Dalam Tubuh Wanita


Jakarta, SiaranIndonesia -- China kembali hadir dengan berita yang menghebohkan dari dunia kesehatan. Belum lama ini sebuah operasi tunggal di Rumah Sakit Guanji menemukan lebih dari 200 batu dari dalam kantong empedu dan hati seorang wanita.

Untuk mengeluarkan batu-batu dari dalam tubuh pasien bernama Chen tersebut dibutuhkan waktu selama enam jam. Dilansir dari Oddity Central, Chen telah melakukan pemeriksaan sebelumnya karena sakit perut yang dialaminya lebih dari 10 tahun.

Meski demikian, dia mengalami ketakutan yang berlebihan soal operasi sehingga tidak pernah mau untuk melakukan operasi. Bebatuan yang ditemukan pun memiliki banyak ukuran dari kecil seperti batu kerikil hingga besar seperti telur.

Ahli Bedah Rumah Sakit Guanji, Quan Xuwei, mengatakan Chen memiliki pola makan yang buruk sehingga menyebabkan timbulnya batu pada kantong empedu dan hati di tubuhnya. Chen yang bekerja sebagai pengumpul damar dari pohon pinus itu terbiasa melewatkan saat sarapan dan memakan sisa makanan pada waktu yang tidak teratur. 

Hal itu mengakibatkan kadar kalsium dan kolesterol menjadi tinggi sehingga menyebabkan terbentuknya kristal yang menjadi batu. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk menemukan penyebab pasti dari timbulnya batu empedu. 

Menurut Quan, dalam dunia kesehatan tidak terdapat teori yang menjelaskan jika kebiasaan melewatkan sarapan dapat menyebabkan batu empedu dan batu hati.

Hal tersebut disepakati oleh Wakil Presiden British Society of Gastroentrology, George Webster. Menurut dia, infeksi pada saluran empedu merupakan penjelasan yang mungkin terjadi. Kasus batu empedu ternyata banyak ditemui di China dan Asia Timur. 

Mulailah Kurangi Konsumsi Mi Instan, Ketahui Efeknya pada Tubuh

Juli 08, 2017
 


SIARANINDONESIA, - Harganya yang terjangkau, cara memasak yang mudah serta kelezatan rasanya membuat mi instan menjadi makanan favorit di banyak negara. Meski sangat populer, mi kering yang dikemas dengan bubuk penyedap dan minyak bumbu ini sering dikritik sebagai makanan tanpa nutrisi.

Mi instan mengandung karbohidrat dan lemak tinggi, tapi rendah protein, serat, vitamin dan mineral. Itu sebabnya makanan instan ini punya reputasi kurang baik untuk tubuh.

Menurut World Instant Noodles Association (WINA), setidaknya ada sekitar 52 negara di seluruh dunia yang mengkonsumsi 97,7 miliar porsi mi per tahun.

Konsumen mi tertinggi adalah China dan Hong Kong, yang mengkonsumsi sekitar 40,43 miliar porsi per tahun. Setelah itu, diikuti oleh Indonesia dengan porsi konsumsi sebanyak 13,20 miliar porsi per tahun.

Studi yang dilakukan tim dari Baylor University dan Harvard yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition mengungkapkan, bahwa sering mengonsumsi mi instan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Para periset menganalisa pola makan dan kesehatan 11.000 warga Korea Selatan yang berusia antara 19 dan 64 tahun. Didapati bahwa wanita Korea Selatan berisiko tinggi menderita sindrom metabolik karena jumlah mi ramen yang mereka konsumsi.

Anehnya, hasilnya berbeda pada peserta pria, yang oleh para ilmuwan dikaitkan dengan perbedaan biologis antara jenis kelamin.

Sindrom metabolik merupakan sebuah kondisi yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dan tekanan darah, yang menyebabkan risiko diabetes, stroke atau penyakit jantung lebih tinggi.

Zat yang ditemukan dalam mi instan maupun ramen disebut Tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ), zat tersebut digunakan industri untuk mengawetkan olahan makanan-makanan murah.

"Meskipun mi instan adalah makanan yang nyaman dan lezat, ada peningkatan risiko sindrom metabolik akibat dari kandungan sodium tinggi, lemak jenuh dan indeks glikemik yang tidak sehat," kata Hyun Shin, kandidat doktoral Sekolah Tinggi Kesehatan Harvard

Studi terpisah yang dilakukan di India, Otoritas Keamanan dan Standar Makanan India (FSSAI) menemukan kontaminasi timbal dalam mi instan yang lebih tinggi dari standar keamanan pangan.

Di Korea Selatan, Korea Food and Drug Administration (KFDA) menemukan zat penyebab kanker yang dikenal dengan Benzopyrene dalam enam merek mi yang dibuat oleh Nong Shim pada tahun 2012. Penemuan tersebut menyebabkan penarikan kembali produk-produk baik lokal maupun luar negeri.

Ketika Pria Tak Mampu Membuat Hamil Istrinya

Juli 02, 2017


SIARANINDONESIA - Paul Rodriguez telah menikah selama 13 tahun dengan istrinya dan merasa hidupnya bahagia, sampai ia merasa ada ancaman pada keutuhan perkawinannya.

Setelah pasangan ini tak juga dikarunai keturunan, mereka pun melakukan pemeriksaan dan menemukan kenyataan bahwa Paul memiliki jumlah sperma yang sangat sedikit sehingga selalu gagal membuat istrinya hamil.

Kenyataan pahit itu membuat pria berusia 31 tahun dari Los Angeles ini merasa cemas dengan keutuhan rumah tangganya. "Bagaimana jika saya tidak bisa punya anak? Apakah ini bisa membuat pernikahan saya hancur?," tanyanya.

Paul lalu melakukan apa yang disarankan dokter pada pria dengan diagnosis kondisi jumlah sperma kurang, yakni minum sejumlah vitamin, menurunkan berat badan, dan rajin berolahraga agar jumlah sperma bisa bertambah secara alami.

Beberapa bulan kemudian ia pun melakukan pemeriksaan lagi dan dokter menyampaikan bahwa ia butuh terapi kesuburan agar bisa memiliki anak.

Di sela waktu tersebut Paul berusaha membagi perasaannya pada keluarga dan sahabat terdekat untuk mengurangi rasa kesedihannya. Keluarganya memang berusaha memberi dukungan tapi tidak tahu cara bereaksi yang tepat pada berita tersebut.

Sementara sahabat-sahabatnya memang menyatakan prihatin tapi dengan cepat mengubah topik pembicaraan. "Mereka memang berusaha menghibur tapi langsung mengubah topik, saya merasa tidak mendapat dukungan," katanya.

Susan Klock, psikolog dari klinik kesuburan di Northwestern Fertility and Reproductive Medical Practice mengatakan, kurangnya dukungan emosional memang sering dialami pria yang mengalami infertilitas.

"Banyak orang yang tidak membicarakan gangguan kesuburan pada pria karena ini terkait dengan seksualitas pria. Pria yang subur dianggap sebagai pria sejati," kata Klock.

Itu sebabnya, menurut Klock, banyak pria yang bermasalah dengan kesuburannya juga tidak mau terbuka untuk mengungkapkan perasaannya seperti halnya para wanita.

Masyarakat sering mendakwa pihak wanita sebagai penyebab infertilitas yang terjadi, padahal pria memiliki peluang infertilitas yang sama besar.

Di Indonesia, sekitar 50 persen gangguan kesuburan disebabkan karena faktor pria. Namun, sebanyak 30 persen kasus infertilitas pada pria tidak diketahui penyebabnya.

Ada banyak faktor yang menyebabkan ketidaksuburan pada pria. Mulai dari infeksi saluran kemih, biji kemaluan tidak turun ke kantung buah zakar, gangguan hormonal, varikokel, sulit ereksi, sumbatan pada saluran keluarnya sperma, tidak terbentuk sperma, hingga gangguan antibodi.

Ketidakmampuan menghamili istri ini membuat pria merasa maskulinitasnya terancam. Terkadang, pria justru menyalahkan istrinya.

"Kondisi ini sangat memengaruhi identitas inti seorang pria," kata Paul.

Ia menyarankan agar pria yang mengalami infertilitas adalah bersikap terbuka kepada pasangan dan sahabat. "Bersikaplah terbuka karena ada banyak kemarahan pada diri sendiri dan pada dunia sehingga kita tak bisa berpikir jernih," katanya.

Bila ternyata istri juga memiliki masalah kesuburan, terlibatlah selalu di sisinya dalam setiap tahapan terapi. Bagaimana pun kehamilan adalah hasil kerja sama dua orang.

Usus Bermasalah? Atasi dengan 4 Cara Ini

Juni 27, 2017
Yuk miliki usus sehat


SIARANINDONESIA, Jakarta Usus merupakan bagian tubuh yang berperan penting memengaruhi metabolisme, sistem kekebalan, bahkan suasana hati. Jika usus tidak sehat atau bermasalah akan membuat kesehatan seseorang kacau.

Tanda masalah pada usus yakni sering bersendawa usai makan, sulit buang air besar, sulit menurunkan berat badan, mudah sakit, sering merasa sedih atau tidak berenergi.

Untuk membuat usus kembali sehat, ahli nutrisi dari Australia, Andy Parades menyarankan empat hal berikut seperti mengutip Now to Love, Rabu (28/6/2017).

1. Konsumsi sayuran dan jus lemon

Konsumsi komponen makanan yang membantu memecah-mecah makanan yang tak dapat dicerna usus dengan baik. Pilih makanan yang mengandung asam klorida (HCl) seperti terdapat pada sayuran pahit.

"Mengonsumsi sayuran itu sebelum mengonsumsi makanan utama mendorong produksi asam klorida yang berperan mencerna makanan," tuturnya.

Bisa juga mengonsumsi jus lemon yang membantu memecah-mecah makanan di perut. Dia menyarankan untuk minum segelas jus lemon hangat sesudah makan.

2. Probiotik

Mengonsumsi makanan yang kaya probiotik di pagi hari juga bagus untuk sistem pencernaan. Kehadiran probiotik mendukung bakteri-bakteri baik di usus.


3. Olahraga

Olahraga membantu tubuh mengeluarkan racun lewat keringat. Dia menyarankan untuk berjalan kaki dua jam atau lari 30 menit. Bisa juga melakukan yoga atau pilates.

"Idealnya olahraga seminggu tiga kali," saran Andy.

4. Konsumsi air secukupnya

Mengonsumsi air dua-tiga liter per hari merupakan kunci tubuh terhidrasi. Jika asupan cairan terpenuhi, buang air kecil jadi rutin. Sehingga tubuh dengan mudah mengeliminasi sampah atau racun dari tubuh.

Namun ingat ya, kopi dan teh tidak termasuk asupan air di sini. Pilih air minum biasa untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk usus.


Lemak Perut Berbahaya bagi Kesehatan Anda?

Juni 23, 2017
Hasil gambar untuk perut buncit resiko serangan jantung


SIARANINDONESIA – Ukuran lemak perut yang berlebih, bisa digunakan untuk menilai kemungkinan Anda terkena penyakit seperti gagal jantung dan diabetes tipe 2.

Para ilmuwan telah mengembangkan teknik baru untuk menilai risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh obesitas perut, atau lemak yang menumpuk di sekitar perut.

Memperkirakan ketebalan lemak di sekitar perut, bisa digunakan untuk mengetahui kemungkinan menderita penyakit terkait obesitas, menurut periset.

Ilmuwan utama Profesor Jin Keun Seo dari Universitas Yonsei di Seoul, Korea Selatan, mengatakan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa obesitas perut terkait dengan penyakit seperti gagal jantung kongestif dan sindrom metabolik.

Peneliti menggunakan Static electrical impedance tomography (EIT). EIT adalah jenis pencitraan medis non-invasif yang mengambil aktivitas listrik dari bagian tubuh yang berbeda untuk mengumpulkan gambar dari tubuh mereka.
Teknik pencintraan ini, juga menyediakan data real time tanpa menggunakan radiasi pengion. Hal ini membuatnya tidak terlalu berbahaya bagi pasien daripada teknik pencitraan lainnya.
Prof Seo menambahkan, EIT lebih menguntungkan karena tidak mengionisasi dan karenanya dapat digunakan untuk memantau diri pasien secara terus menerus untuk melacak status lemak tubuh dalam rutinitas sehari-hari.
Selain itu, EIT adalah teknik tempat tidur dengan biaya rendah, portabel, dan mudah digunakan untuk melihat gambar bagian tubuh pasien.
 
Copyright © siaranindoonesia. Designed by OddThemes
site hit counter