Jakarta TUJUAN JP - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko bakal jadi yang terdepan mengamankan Jokowi dari penganggu. Ia juga menjawab isu panas masuknya namanya ke bursa cawapres Jokowi. AGENT JUDI ONLINE TERPERCAYA
Dalam wawancara dengan CNN Indonesia dalam acara Prime News pada Senin (23/4) malam, Moeldoko banyak bicara soal isu terkini, salah satunya isu panas jelang Pilpres 2019.
Moeldoko meminta semua pihak memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk kerja dengan tenang. Dia mengingatkan jangan ada yang menganggu Jokowi dengan hal tidak substansial.
"Tapi, kalau dia diganggu, saya harus maju," kata Moeldoko.
Moeldoko lantas bicara soal tantangan utama jelang Pemilu 2019. Antara lain isu SARA yang dimainkan untuk memobilisasi massa. Ia menyebut Jokowi bisa jadi sasaran empuk isu tersebut, ia pun siap menghadapi semua tantangan itu.PROMO DEPOSIT HARIAN
"Saya ini prajurit, tidurnya di jalanan. Pada saat 1991 sampai 2001, saya di Jakarta tidur saya di jalanan. Saya punya naluri untuk itu tetap tinggi," ujar Moeldoko.
"Jangan sampai menggunakan isu SARA untuk memobilisasi massa, even dia menjadi presiden, isu itu akan memakan dirinya sendiri," ingat Moeldoko.
Ia menegaskan pemeriantahan Jokowi tak antikritik. "Kritik-kritik itu justru menjadi pupuk agar kita ibarat tanaman supaya makin subur. Jadi prinsipnya pemerintah sekarang tidak begitu alergi terhadap kritik. Semua hal yang bersifat positif dalam rangka membangun negara ini ya kita terima dengan baik," katanya.AGENT BOLA TERPERCAYA
Dalam kesempatan ini Moeldoko juga menegaskan pemerintah saat ini fokus dengan program-program pro rakyat. Presiden Jokowi, diterangkan Moeldoko, tak pernah menyinggung soal Pemilu 2019.
"Justru presiden menekankan kepada paraa pembantunya, kepada para menteri, untuk semakin sungguh-sungguh. Semuanya menyadari dengan bergabungnya para menteri dari parpol mungkin akan terganggu dengan program-program parpol, tetapi yang tidak boleh terjadi, Presiden sangat menekankan pekerjaan-pekerjaan kementerian tidak boleh kendor atas dasar peristiwa politik yang kita hadapi ke depan," katanya.
Ia lantas bicara bagaimana dirinya menyesuaikan diri dengan jabatan kepala staf kepresidenan. Moeldoko memimpin rapat staf kepresidenan dua kali sepekan untuk memastikan semua program Presiden berjalan lancar. Nah di penghujung ia ditanya soal masuknya namanya di jajaran cawapres Jokowi versi sejumlah lembaga survei. Moeldoko menjawab dengan kalem.
"Wah nggak usah berpikir aneh-aneh kayak gitu. Saya ingin fokus kepada (tugas) dan ini sudah menjadi kebiasaan saya di mana saya kerja di situ saya fokus. Silakan survei-survei silakan, tapi bagi saya yang lebih penting bagaimana memberikan kontribusi kepada pemerintah, kepada negara, sehingga kehadiran saya ada manfaatnya itu yang paling penting," pungkasnya.

Posting Komentar