SIARANINDOONESIA -, Jakarta - Mayor Jenderal Purnawirawan TNI Kivlan Zen melaporkan Ketua YLBHI Bidang Advokasi, Muhammad Isnur, ke kantor Bareskrim Polri di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat.
Dia tak terima disebut sebagai otak penyerangan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) atau LBH Jakarta, Senin 18 September dini hari.ANGKA MAUT HARI INI
"Ingin melaporkan fitnah yang disampaikan Isnur. Yang menyebut dalang kerusuhan," tegas Kivlan, Selasa 19 September 2017.
Kivlan yakin acara yang diselenggarakan di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, bertujuan menghidupkan kembali Partai Komunis Indonesia (PKI). Dia menyebut hal itu bukan hoax dan sudah menyelidiki muatan dari acara tersebut. Acara itu, kata dia, akan menyimpulkan PKI tidak bersalah yang mengarah pada gagasan pencabutan Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966.
"Orang saya ada di dalam. Dan ini beredar di Facebook kok. Acaranya, pembicaranya, kemudian topiknya apa yang dibicarakan. Waduh kenceng lagi kita ini. Masa mereka membuka luka lama? Masa kita lawan nggak boleh?" beber pensiunan bintang tiga itu.
Dia menegaskan, semua informasi itu tidak mengada-ada. Mendatangi Gedung YLBHI disebutnya sudah tepat demi mengantisipasi kebangkitan kembali PKI di Indonesia.
Soal kemarahan warga, dia mengatakan, ada dua pemicu. Pertama, melihat simbol PKI di kaus salah satu pengunjung acara bertajuk "Asik Asik Aksi" di gedung itu. Kedua, mereka mengaku mendengar lagu Genjer-Genjer.JACKPOT PAUS
"Ada kedengaran lagu-lagu, kan, ada pesta seni mereka. Lagunya Genjer-Genjer. Genjer-Genjer itu lagu perangnya PKI. PKI itu kalau mau perang, macam-macam. Mau menyerang itu lagunya Genjer-Genjer. Setelah lagu Genjer-Genjer, langsung bunuh orang dia," ucap Kivlan.
Lagu ini diciptakan oleh seniman Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), organisasi pada panji-panji PKI. Oleh karena itu, Genjer-Genjer identik dengan PKI.
Lagu Bob Marley
Namun, menurut seorang saksi mata, tidak ada sedikit pun rangkaian acara di YLBHI tersebut yang berkaitan dengan PKI atau rencana membangkitkannya.
"Tidak ada yang lantunan lagu Genjer-Genjer. Kalau lagu Redemption Song punya Bob Marley malah ada," kata salah satu pengunjung acara, Kris, kepada SIARANINDOONESIA, Jakarta, Selasa (19/9/2017).
Hari itu, lanjut dia, pengunjung membeludak. Ada lebih dari 100 orang yang datang. Pengisi acara pun tak hanya artis. Ada klien YLBHI, seperti para ibu dari Kendeng, Jepara, Jawa Tengah. Ada pula mahasiswa yang membacakan puisi.
Dia juga tidak melihat ada hadirin yang menggunakan kaus identik dengan PKI, baik tokoh-tokoh organisasi tersebut maupun simbol palu arit.
"Saat itu ada satu kaus yang menarik perhatian kami. Salah satu teman bilang kaus orang itu bagus. Mungkin yang disebut sebagai simbol PKI itu kaus orang tersebut. Tapi di kaus itu bukan foto Karl Marx. Foto yang ada di kaus itu gambar Mikhail Bakunin," kata Kris.
Karl Marx dan Mikhail Bakunin merupakan tokoh dunia yang sama-sama berjenggot dan kumis. Namun, keduanya pemikir dalam dua hal berbeda. Karl Marx adalah pemikir yang melahirkan komunisme. Sementara Mikhail Bakunin adalah pemikir anarkis.
Jadi, benarkah PKI akan hidup kembali di Tanah Air?
Posting Komentar