
SIARANINDONESIA - Akhir-akhir ini jagad raya dunia waras heboh dengan pamflet lowongan bagi para kaum perempuan Indonesia yang bersedia menjadi pemuas nafsu birahi para pejuang anggota mujahidin ISIS di Suriah. Pamflet menjijikan tersebut tertulis, “Lowongan Pemuas Birahi Mujahidin. Menghibur dan Memberikan Semangat Mujahidin yang Sedang Memerangi Kafir. DIJAMIN MASUK SURGA!”
Saya kok jadi merinding dan bergidik ngeri dengan lowongan yang menista akal sehat tersebut. Jelas-jelas ini adalah doktrin yang luar biasa menjugkirbalikan nalar, logika dan akal sehat manusia sebagai makhluk yang mulia. Doktrin ini beda-beda tipis dengan doktrin pilih Ahok masuk neraka dan doktrin bunuh orang kafir dijanjikan 72 bidadari seksi mulus nan semoks di surga sono.
Semua agama tentu saja mengecam segala bentuk ketelanjangan, degradasi terhadap kaum lerempuan, dan percabulan dalam bentuk apapun. Jangankan berhubungan seks dengan yang bukan mukhrimnya, mempertontonkan aurat, bersentuhan dengan pria yang bukan mukhrim aja dilarang, lha ini kok mengajak oh yess oh noo di padang gurun sana, apa tidak berlipat-lipat kali ganda dosa bagi mereka-mereka yang mau saja dan rela melakukannya?
Di pamflet itu terlihat jekas foto perempuan-perempuan yang menggunakan kerudung, hijab, dan cadar hitam, namun bagian paha tersingkap dengan pose yang menggoda. Padahal wanita, fitrahnya dihadirkan dengan rasa malu yang luar biasa.
Dari cara bicara, cara memandang, cara berpakaian, dan dari cara berjalan saja sudah menggambarkan bahwa wanita adalah kaum yang memiliki kelembutan-kelembutan yang dimana kodrat mereka yang berhiaskan rasa malu.
Apa jadinya jika wanita Indonesia dianggap tidak punya harkat, martabat dan rasa malu dengan menjadi budak seks para milisi mujahidin ISIS di Suriah? Apalagi dengan diiming-imingi bualan berupa, “Buruan Surga Menanti Anda Ukhti !!!”

Jihad seks adalah doktrin yang sangat menghina dan merendahkan umat islam dan ajaran Islam yang sesungguhnya. Bukankah Rasulullah bersabda, “Tiga perkara yang menghancurkan: kekikiran yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti dan ujub dengan pendapat sendiri (HR. Bazzar dan Ath-Thabrani)? Lha ini hawa nafsu dijadikan tiket untuk masuk surga. Aneh.
Selain itu, setahu saya ada sepuluh hal yang tidak disukai Allah, yaitu (1) kikirnya orang-orang kaya, (2) takabburnya orang-orang miskin, (3) rakusnya para ulama, (4) minimnya rasa malu para wanita, (5) suka dunia orang-orang yang sudah tua renta, (6) malasnya para pemuda, (7) kejinya para penguasa, (8) pengecutnya para tentara perang, (9) ujubnya para Zahid, serta (10) riya’nya para ahli ibadah.
Dengan adanya ajakan kepada para “ukhti” agar menjadi pemuas seks para jihadis ISIS supaya mereka bersemangat memerangi kafir dengan dijanjikan masuk surga, bukankah itu justru akan menimbulkan murka Allah karena minimnya rasa malu para wanita karena mau dan bersemangat menjadi budak seks?
Di era globalisasi dan era keterbukaan informasi saat ini kok masih ada aja doktrin aneh yang menjungkirbalikkan akal sehat manusia dan iman umat beragama. Dengan adanya ajakan jihad seks bagi wanita Indonesia, kira-kira apa tanggapan MUI ya? Ada Fatwanya apa tidak terkait soal Jihad Seks bagi para perempuan Indonesia itu. Apakah dihalalkan atau diharamkan? Kan ini merupakan salah satu tugas MUI untuk memberikan pedoman dan suri tauladan kepada umat muslim di Indonesia.
Selain MUI, kira-kira bagaimana tanggapan FPI? Boleh apa tidak boleh? Kan katanya FPI pembela Islam, bagaimana dengan saudari-saudari kita para Muslimah yang diajak jadi budak seks para milisi Suriah yang bau onta itu di padang gurun Suriah sana?
Dulu yang menjadi korban budak seks bagi para prajurit ISIS yaitu wanita-wanita Tunisia yang melayani puluhan hingga ratusan prajurit ISIS dalam sehari, sehingga banyak di antara mereka yang hamil. Kini sasaran mereka para wanita Indonesia, apa karena perempuan Indonesia lebih hot dan menggigit kali ya dari para perempuan Tunisia?
Yang jelas ajakan jihad seks terhadap perempuan Indonesia merendahkan martabat bangsa Indonesia dan martabat perempuan Indonesia pada umumnya. Seandainya Ibu Kita Kartini masih hidup, beliau akan menangis dengan jeritan pilunnya sampai terdengar ke langit ketujuh saking sedihnya melihat bangsa ini kok tidak pintar-pintar.
Posting Komentar